INSPIRASI; Dari Sampah Jadi Berkah



Bapak Minarso sedang beristirahat setelah memungut sampah


Kerajinan hasil daur ulang sampah plastik

Solo - Ditengah bau – bau yang menyengat, badannya penuh dengan keringat. Namun, beban hidupnya tidak terlihat. Semangatnya selalu membara, meskipun pekerjaannya dipandang sebelah mata. Begitulah kehidupan pria paruh baya, bapak Minarso sebagai tukang sampah dari rumah ke rumah.

Bapak Minarso adalah seorang kepala rumah tangga yang umurnya tidak lagi terhitung muda. Seorang pria yang usianya menginjak kepala 5 tersebut memiliki 3 orang anak. Anak pertama bapak Minarso terlahir istimewa dengan berkebutuhan khusus. Sedangkan kedua anaknya yang lain duduk dibangku SMK.  Adapun isteri bapak Minarso seorang buruh cuci yang penghasilannya tidak pasti, tapi sedikit membantu Bapak Minarso untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Sebagai kepala rumah tangga, memang sewajibnya menafkahi keluarga. Fisik dan usia bukanlah sebuah kendala” ucap Bapak Minarso seakan memotivasi diri sendiri.  Meskipun tenaga nya tidak seperti dahulu kala, dan tubuhnya pun sudah renta, namun Bapak Minarso tidak pernah berputus asa. Ia selalu berdoa dan berusaha.

Pak Min, begitulah orang – orang menyebutnya. Pak Min bekerja sebagai tukang sampah dari rumah ke rumah di kelurahan Pajang sejak usia 35 tahun. Sebelumnya Pak Min bekerja sebagai buruh tani. Namun karena disekitar Pajang, sawah telah dirubah menjadi rumah, akhirnya pak Min beralih sebagai tukang sampah. Dengan penghasilannya yang tidak seberapa memaksa pak Min untuk berpikir lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak terbatas.

Melihat upah sebagai tukang sampah sekitar 150 ribu / Minggu yang hanya cukup untuk makan saja, membuat pak Min menyempatkan waktunya untuk memilah sampah - sampah botol plastik dan membawanya pulang setelah berkeliling dari rumah ke rumah mengambil sampah. Awalnya, pak Min memungut sampah botol plastik untuk di jual di tempat rosok, karena harga botol bekas yang sangat rendah membuat pak Min mencoba sesuatu hal baru. Pak Min menggali kreativitasnya dengan menyulap botol plastik bekas menjadi sesuatu hal yang memiliki nilai jual, seperti halnya tas dari botol pastik, souvenir, mainan anak – anak dan sebagainya.

Usaha kecil bapak Minarso yang ia tekuni sejak 5 tahun terakhir membuahkan hasil. Mulanya hanya coba – coba dengan menjual kerjinan tangan dari botol bekas di sekitar rumah. Lalu pak Min mencoba menjual nya lewat online dengan dibantu anaknya. Lambat laun usahanya berkembang, seringkali juag pak Min mendapatkan pesanan souvenir dari botol plastik bekas. Meskipun begitu beliau tetap menjalankan amanat nya sebagai tukang sampah.

“Saya tetap bekerja sebagai tukang sampah meskipun saya sudah mempunyai usaha kecil – kecilan bukan karena saya serakah atau tidak bersyukur, tapi bagi saya menjadi tukang sampah itu adalah sebuah pekerjaan yang mulia, saya sadar bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna seperti sampah suatu saat akan berbalik menjadi sesuatu yang dibutuhkan, meskipun dalam wujud yang berbeda karena adanya sedikit sentuhan” jelas Bapak Minarso. (NS)

Komentar

Posting Komentar