Merebaknya
virus corona di Indonesia berdampak besar terhadap roda perekonomian warga.
Terlebih bagi mereka yang memiliki profesi kontak langsung dengan pihak
terkait. Seperti halnya, Mbah Kismi yang berprofesi sebagai buruh pijat urut
daerah Solo.
Raut wajah sendu mbah Kismi,
Perekonomian terhambat karena corona meningkat.
Mbah
Kismi, seorang ibu rumah tangga yang terhitung tidak lagi muda mengaku hampir 4
tahun terakhir berprofesi sebagai tukang pijat urut keliling. Wanita tangguh
yang usianya menginjak kepala 6 ini, memilih menjadi tukang pijet urut guna
menyambung hidup. Bekerja menggantikan suaminya memenuhi kebutuhan keluarga.
“Meskipun hasilnya pas pas an, setidaknya
cukup buat beli keperluan harian, kalau ada sisa bisa ngasih cucu duit
jajan, itu sudah seneng.. bersyukur” ucap tukang pijet urut yang tinggal di
daerah Songgolangit tersebut.
Ibu
satu anak ini seringkali terlihat lesu, tiap kali ingat anak semata wayangnya
sudah lama merantau ke luar negeri dan belum pernah sekalipun kembali. Namun
hal tersebut tidak menyurutkan usahanya dalam menggantikan peran sebagai tulang
punggung keluarga. Bahkan, semangatnya terus membara ketika melihat cucunya
aktif dan ceria.
“Ini
yang menjadi alasan saya bangkit dan semangat bekerja”, kata mbah Kismi sembari
menatap anak laki laki yang baru duduk di Taman Kanak kanak (TK).
Semangat
mbah Kismi yang terus membara dan usahanya yang terus ada, saat ini tengah
diuji karena munculnya wabah di Indonesia. Mbah Kismi merasa penghasilannya terhambat
karena adanya corona yang berkembang pesat. Bagaimana tidak, pekerjaan yang
mengharuskan ia berkontak langsung dengan pelanggan justru menjadi hal yang wajib
dihindari untuk saat ini. Padahal, dari pijetlah mbah Kismi menggantungkan
nasib keluarganya. Meningkatnya pengeluaran dan berkurangnya penghasilan, ditambah
suaminya yang sudah lama tidak berkerja karena faktor usia mengharuskan mbah Kismi memutar otak agar
keluarganya tetap dapat makan serta kebutuhan tetap tercukupi.
“Gara
– gara corona, saya berhenti bekerja sebagai buruh pijat urut sementara waktu.
Tapi bagaimanapun juga, ini adalah takdir yang Maha Kuasa. Yaaa.. walaupun saya
sedikit pusing mengatur keuangan tapi saya percaya Allah pasti ngasih rejeki
dari arah yang tidak disangka sangka” ucap Mbah Kismi.
Meskipun
raut wajahnya terlihat sendu, sorot matanya terlihat sayu, dan pandangannya
nampak kosong tapi lengkung dibibirnya sesekali tergores seakan meyakinkan
bahwa dirinya baik baik saja karena ada Allah yang akan mencukupkan segala –
galanya.
“Semoga
wabah ini segera berakhir, semoga keadaan segera membaik” tutur mbah Kismi
penuh harap agar bumi lekas pulih kembali. (NS)

Ma syaa Allah. semoga Allah selalu melindungi mbh Kismi
BalasHapusSemangatt Mbah Kismi, semoga Allah memberi kemudahan untuk Mbah Kismi dan keluarga. Dan semoga wabah ini segara berlalu. Aamiin
BalasHapussemangat Mbah, semoga selalu dalam lindungan Allah
BalasHapusMbah kismi semangat jangan lupa makan
BalasHapusSemoga wabah covid-19 segera berakhir, semangat nggih simbah smg selalu diberikan kesehatan selalu
BalasHapusMasyaallah
BalasHapusMasya Allah, semoga Allah memberikan kemudahan dalam setiap apa yg beliau lakukan
BalasHapus